TataData menggunakan AI untuk mengekstrak indikator, menyusun metadata, mendeteksi kesenjangan, menelusuri sumber bukti, dan menghasilkan skor kesiapan data dari dokumen sektor publik.
TataData menjawab tantangan kompilasi metadata yang masih manual, dokumen perencanaan yang tersebar, dan inkonsistensi data lintas institusi. Platform ini membantu analis mengekstrak indikator dari dokumen kebijakan dan perencanaan, menyusun metadata, serta menyiapkan data agar selaras dengan prinsip Satu Data Indonesia.
Mengekstrak indikator dari dokumen kebijakan dan perencanaan tanpa input ulang manual.
Menyiapkan metadata yang siap divalidasi dan dipublikasikan ke katalog Satu Data.
Menyamakan definisi indikator lintas dokumen, sektor, dan tingkat pemerintahan.
Mengukur kesiapan data perencanaan sebelum digunakan untuk kebijakan.
Institusi sektor publik menghasilkan ratusan dokumen perencanaan — namun data di dalamnya jarang dapat dimanfaatkan untuk pengambilan keputusan.
Data perencanaan terkubur di dalam PDF, spreadsheet, dan dokumen yang tidak konsisten.
Penyusunan metadata masih lambat, manual, dan rawan kesalahan.
Definisi indikator berbeda-beda antara dokumen RPJMD, Renstra, dan Renja.
Indikator antar daerah dan K/L sulit disandingkan karena format dan rumus yang berbeda.
Tidak ada penelusuran balik ke halaman dan kutipan dokumen sumber.
Walidata mengulang pekerjaan validasi yang sama untuk setiap siklus perencanaan.
Data tersedia, tetapi belum memenuhi standar metadata sehingga belum dapat dimanfaatkan.
Institusi belum dapat mengukur seberapa siap data perencanaannya secara objektif.
Pengambil keputusan menerima dokumen — bukan wawasan terstruktur yang dapat dikueri.
TataData mengekstrak, menstandarkan, memvalidasi, memberi skor, menelusuri bukti, dan mengekspor metadata dalam satu alur kerja.
Mengidentifikasi dan menguraikan indikator dari RPJMD, RKPD, Renstra, Renja, dan laporan tahunan.
Menyusun otomatis draf metadata sesuai struktur Satu Data Indonesia untuk setiap indikator.
Menandai field yang hilang, konflik definisi antar dokumen, dan bukti yang lemah.
Mengukur kesiapan setiap indikator dan proyek untuk pemanfaatan keputusan.
Setiap field tertaut ke dokumen, halaman, dan kutipan yang menjadi sumber bukti.
Walidata menyetujui, menyunting, atau menolak — setiap keputusan tercatat dalam audit trail.
TataData bekerja sebelum data masuk ke katalog: menyiapkan metadata, menemukan celah, menelusuri bukti, dan membantu walidata memvalidasi informasi.
Setiap keluaran sudah sesuai struktur Satu Data — tanpa pekerjaan ulang.
Setiap field tertaut ke dokumen sumber, halaman, dan kutipan.
Satu metrik tunggal yang dapat dipertanggungjawabkan untuk mutu perencanaan institusi.
Menemukan konflik antar dokumen sebelum mencapai katalog.
Walidata tetap memegang kendali melalui alur persetujuan yang dapat diaudit.
Berada di hulu Satu Data sehingga hanya metadata tervalidasi yang dipublikasikan.
Dari dokumen perencanaan ke data siap keputusan — dirancang untuk analis perencana dan walidata.
Unggah RPJMD, RKPD, Renstra, Renja, atau spreadsheet pendukung dalam satu kanal.
AI mengidentifikasi seluruh indikator beserta target, baseline, dan rumus dari teks dokumen.
Sistem menyusun draf metadata Satu Data lengkap untuk setiap indikator yang ditemukan.
Field yang hilang, konflik definisi, dan bukti yang lemah ditandai untuk dilengkapi.
Walidata meninjau, menyunting, dan menyetujui metadata melalui alur yang dapat diaudit.
Ekspor ke CSV, JSON, atau integrasi langsung ke sistem katalog Satu Data instansi.
Unggah dokumen perencanaan dan lihat bagaimana TataData menghasilkan indikator, metadata, skor kesiapan, dan daftar koreksi dalam satu alur kerja.